Teknologi Semakin Berkembang, Muncul Mild Hybrid. Apa Bedanya?

ulinulin.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/11/13/6kDubyiR/hybrid-logo-640×360-ecb0.jpg”>

Pemerintah Indonesia semakin gencar untuk mendorong hadirnya mobil listrik. Para agen pemegang merek pun berlomba-lomba menghadirkan mobil listrik baik itu mobil bertenaga listrik murni maupun hybrid. Berbicara tentang hybrid, teknologi ini terus berkembang hingga saat ini. Salah satu yang terbaru adalah mild hybrid.

Selama ini full hybrid dikenal mempunyai dua motor penggerak yakni mesin konvensional dengan motor listrik dimana baterai menjadi sumber tenaganya. Cara kerja dari teknologi hybrid cukup sederhana dimana saat mesin bensin sedang bekerja, baterai akan terisi. Namun ketika dalam kondisi melaju pelan seperti di kemacetan atau juga ketika mobil sedang jalan menurun maka baterai yang akan menjadi sumber tenaga untuk mobil bergerak.

Berikut gambar perbedaan cara kerja full hybrid dengan mild hybrid

Penggunaan dua sumber mesin tersebut membuat mesin konvensional lebih irit bahan bakar karena ada momen mesin tersebut tidak terpakai dibantu dengan motor listrik. Namun saat ini juga ada mild hybrid yang sekilas sama menggunakan teknologi hybrid namun mempunyai cara kerja yang berbeda. Teknologi mild hybrid ini hanya mengandalkan mesin konvensional. Lantas mengapa disebut hybrid?

Meski menggunakan nama hybrid, namun cara kerja mild hybrid berbeda dengan full hybrid. Salah satu yang membedakannya, mobil dengan teknologi mild hybrid sumber tenaganya hanya dari mesin konvensional tanpa ada bantuan dari motor listrik. Adapun penggunaan nama hybrid karena mesin lebih efisien dengan tambahan fitur-fitur terkini. Sebagai contoh fitur start/stop system dimana saat mobil berhenti maka mesin akan mati tetapi sistem kelistrikan tetap aktif sehingga tidak ada bahan bakar yang terbuang sia-sia.

Hybrid menjadi teknologi yang tidak hanya irit BBM tapi juga ramah lingkungan

Selain itu beberapa pabrikan juga melengkapi teknologi ISG (Integrated Starter Generator) yang berfungsi sebagai motor untuk menggantikan peran alternator konvensional yang selama ini digunakan umum oleh pabrikan. Cara kerja dari ISG ini adalah menggunakan sabuk yang membantu mesin konvensional saat mobil baru berjalan sehingga tidak terlalu banyak mengkonsumsi bahan bakar.

Walaupun mempunyai cara kerja yang berbeda, tetapi baik full hybrid maupun mild hybrid memiliki satu kesamaan yakni adanya fitur regenerative braking. Melalui fitur tersebut, energi pengereman diubah menjadi energi listrik yang berguna untuk mengisi baterai. Tetapi untuk urusan efisiensi, mobil full hybrid lebih irit BBM dan ramah lingkungan karena mesin konvensional bisa sepenuhnya tidak digunakan digantikan dengan motor listrik.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”