Terkena Berita Negatif, Saham ADRO dan Saham PTBA Beda Nasib. Kok Bisa?

ulinulin.com – Pergerakan harga saham, tentunya tak luput dari berbagai faktor. Berita positif maupun berita negatif, yang berhubungan dengan perusahaan pasti akan memberikan dampak terhadap harga sahamnya.

Namun begitu, dengan berita negatif yang sama, tidak semua saham bergerak searah. Berikut studi kasus oleh tim Creative Trader mengenai efek berita negatif terhadap saham ADRO dan saham PTBA. Selamat membaca!

Artikel ini dipersembahkan oleh:

Berita Negatif Terhadap Emiten Tambang Batubara

Di awal bulan Maret lalu saham-saham batubara kompak berjatuhan. Kejatuhan harga tersebut tepat bersamaan dengan keluarnya peraturan kementrian ESDM yang mematok harga jual batubara DMO ke PLN sebesar USD 70 per ton.

Imbas dari keluarnya berita tersebut membuat harga saham-saham batubara unggulan di IHSG mengalami kejatuhan, dan umumnya jatuh lebih dari 10% dalam 2 hari.

Berikut ringkasan berita-berita yang merupakan rangkuman dari berbagai analisa yang dirilis oleh para analis sekuritas mengenai efek dari kebijakan tersebut.

Berita Saham Batubara

Dalam rangkuman tersebut dikatakan PTBA akan terkena dampak paling besar dari kebijakan ini. Disusul oleh ADRO yang katanya akan berdampak negatif di awal, namun kedepannya justru akan positif.

Sementara ITMG dan HRUM justru dikatakan akan kebal terhadap sentimen ini karena fokus pada pasar ekspor.

Masa Bearish IHSG di Tahun 2008, Akankan Terjadi di 2018?

Pasca keluarnya berita tersebut, harga batubara dunia terus mengalami kenaikan, secara logika jika kita beracuan pada rangkuman analisa di samping.

Seharusnya semakin jauhnya harga jual DMO dengan harga acuan batubara dunia saat ini akan membuat emiten-emiten yang fokus di export (ITMG, dan HRUM) diuntungkan, sementara PTBA menjadi saham yang paling dirugikan.

Jika Anda tertarik untuk memulai membeli saham namun tidak tahu darimana memulainya, tak perlu khawatir, Silahkan download Gratis ebook: Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula. Dalam Ebook ini akan memberitahukan berbagai hal yang Anda perlukan untuk memulai berinvestasi saham.

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ilmu Bandarmologi dan Kebenaran Absolute di Bursa Saham

Well itu teorinya, jika di bursa saham ada kebenaran absolute, dan semua bergerak sesuai dengan berita dan analisa fundamental maka itulah yang harusnya terjadi.

Namun kita sama-sama tahu bahwa bursa saham tidak boleh ada kebenaran yang absolute, karena untuk harga saham dapat bergerak naik atau turun harus ada yang membeli dan menjual di waktu yang sama.

Ini artinya, dengan mempertimbangkan berita dan kondisi yang sama harus ada yang mau menjual dan harus ada yang mau membeli, itulah prinsip paling dasar dari terbentuknya bursa saham.

Ingin tahu apa itu Ilmu Bandarmologi? Inilah dasar-dasarnya

Dan itulah juga dasar dari Ilmu Bandarmologi, dengan menyadari akan selalu ada yang membeli dan menjual di waktu yang sama.

Ilmu Bandarmologi fokus menganalisa siapa yang sedang membeli dan siapa yang sedang menjual saham yang bersangkutan, juga untuk mendeteksi siapa yang lebih kuat, karena merekalah yang akan menang.

Studi Kasus Saham Batubara: PTBA, ADRO, ITMG, dan HRUM

Salah satu contoh nyatanya kita lihat pada pergerakan harga saham-saham batubara pada saat ini.

2 bulan setelah berita tersebut dirilis, PTBA saham yang mendapat sentimen paling buruk justru menjadi saham yang naik paling banyak dalam periode ini. Bahkan kemarin saham ini bahkan berhasil mencetak record tertingginya dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara saham ADRO yang katanya dalam jangka panjang akan diuntungkan dengan peraturan tersebut, justru menjadi saham yang paling banyak turun dalam 2 bulan setelah dirilisnya berita tersebut.

Sementara saham HRUM dan ITMG yang katanya kebal, dan harusnya diuntungkan dengan kenaikan harga batubara malah ikut bergerak turun.

Mungkin kenyataan itu membingungkan banyak investor terutama yang masih baru di bursa saham, karena pada awalnya hampir semua investor berpikir harga saham digerakan oleh berita.

Kenyataanya sebenarnya adalah harga saham digerakan oleh reaksi pemain besar (di bursa saham) terhadap sebuah berita.

Itulah yang menyebabkan ‘beda nasib’ antara saham PTBA dan ADRO, berikut analisa terhadap pergerakan investor asing di kedua saham tersebut, pasca keluarnya berita DMO.

Grafik Saham PTBA dan Saham ADRO

Inilah pergerakan investor asing di saham PTBA:

Pergerakan Investor Asing di Saham PTBA

Dalam grafik dit ata kita bisa melihat bagaimana meskipun ketika keluarnya berita harga DMO harga saham PTBA ‘dibiarkan’ turun, namun hal tersebut tidak menyebabkan adanya kepanikan dari investor asing.

Secara perlahan, harga saham PTBA terus naik karena memang sejak awal tahun investor asing sudah terus mengumpulkan saham ini.

Kemudian, akumulasi asing lanjutan yang terjadi dalam 1 bulan terakhir membuat saham ini terus bergera naik, dan kemarin berhasil mencetak record tertingginya sepanjang tahun.

Lain halnya dengan pergerakan investor asing di saham ADRO:

Pergerakan Investor Asing di Saham ADRO

Seperti kita ketahui meskipun kondisi yang dialami kedua perusahaan sama, namun saham ADRO nasibnya justru bertolak belakang dengan saham PTBA.

Kita lihat di atas dalam grafik pergerakan investor asing di ADRO, saham ini juga di akumulasi asing sejak awal tahun seperti layaknya yang terjadi di saham PTBA. Harga sahamnya juga beranjak naik karena pembelian investor asing tersebut.

Ketika berita DMO keluar saham ini pun mengalami penurunan yang cukup signifikan, namun ada perbedaan antara kejatuhan saham ADRO dengan saham PTBA.

Dalam penurunan saham ini asing melakukan aksi jual besar-besaran bahkan mencetak record penjualan investor asing terbesar dalam 2 tahun terakhir di saham ADRO.

Hal tersebut sudah merupakan indikasi adanya pergerakan ‘pemain besar’ yang berbeda dalam merespon berita yang sama.

Bukan cuma itu aksi jual investor asing juga terus berlangsung di saham ini, pasca keluarnya berita tersebut sampai saat ini, hal tersebut bisa terlihat jelas dengan terus turunnya indikator foreign flow (curva orange).

Dan alhasil karena investor asing terus menjual saham ini, harganya pun terus bergerak turun sampai saat ini, dan berbeda 180 derajat dengan saham PTBA, yang saat ini berada di level tertingginya sepanjang tahun.

Waspadalah Terhadap Pergerakan Pemain Besar

Dari kedua contoh di atas kita bisa melihat bahwa pergerakan pemain besar terhadap suatu beritalah yang menyebabkan pergerakan harga.

Berita boleh sama, efek boleh sama, namun nasib sebuah saham tetap dikendalikan oleh mereka yang lebih kuat. Karena itu, tetaplah waspada terutama terhadap pergerakan para pemain besar di sebuah saham. Selamat Berinvestasi!

Disclaimer: Pembahasan ini merupakan analisis dari Tim Creative Trader, dan bukan untuk rekomendasi saham tertentu. Keputusan beli / jual tetap ada pada masing-masing investor.

Sudahkah Anda berinvestasi saham? Setujukah Anda saham ADRO dan saham PTBA digerakkan oleh investor asing? Atau Anda memiliki pendapat lain? Ceritakanlah pengalaman Anda dengan menulis di kolom komentar di bawah. Terima Kasih!

Sumber Referensi:

    Argha Jonathan Karo Karo. 2018. Sama-Sama Dapat Berita Negatif, Kenapa ADRO dan PTBA Beda Nasib?. creative-trader.com – https://goo.gl/VCU45A

Sumber Gambar:

    Crossroads – https://goo.gl/FBqp9c

    Coal Mining – https://goo.gl/uUEy8Z