Terlalu Banyak Aerodinamika, Pembalap Sebut Esensi Motor MotoGP Hilang

ulinulin.com – MOTOR Plus-Online.com – Terlalu banyak perangkat aerodinamika, bikin esensi motor MotoGP zaman sekarang hilang.

Perangkat aerodinamika sangat penting diseluruh kejuaraan balap, baik roda empat maupun motor, dan salah satunya kejuaraan balap motor MotoGP.

Sebagai ajang balapan motor paling bergengsi di dunia, wajar setiap pabrikan mengeluarkan teknologi terbaik mereka.

Ducati menjadi pabrikan dengan perkembangan perangkat aerodinamika gila-gilaan dalam beberapa tahun terakhir.

Jauh sebelumnya, sejak era MotoGP 2000an, Ducati memang sudah beberapa kali memperkenalkan perangkat aerodinamis, contohnya winglet.

Namun, penggunaan winglet kepingan kemudian dilarang dan Ducati mengakalinya dengan aero fairing dan perangkat baru, seperti hole shot device.

Karena itulah 7 tahun terakhir performa motor Ducati Desmosedici GP sangat kuat di tim pabrikan maupun satelit.

Pabrikan lain seperti Yamaha, Honda, KTM, Aprilia, dan Suzuki mulai ikut-ikutan mengembangkan aero fairing dan perangkat menyerupai milik Ducati.

Sisi positif dengan aero fairing adalah membuat performa motor jadi lebih stabil, mendapat downforce ideal, dan meningkatkan kecepatan saat melibas trek lurus maupun tikungan.

Namun, sisi negatifnya adalah tampilan motor MotoGP zaman sekarang dinilai buruk rupa alias jelek.

Juara dunia 125cc 2009, Julian Simon berpendapat hadirnya aerodinamika bikin esensi motor MotoGP hilang.

“Dengan aerodinamis, esensi dari sepeda motor menjadi hilang,” kata Julian

“Saya pikir titik tengah harus dicapai di mana ini tidak terlalu berpengaruh, Karena sepeda motor lebih penting daripada pengendara dan itu memalukan,” jelasnya dilansir dari Motosan.

Simon hanya mengutarakan secara tampilan motor dan kemampuan pembalap, namun ia menghormati para pencipta di belakangnya.

“Saya setuju tidak ingin mempertanyakan pekerjaan hebat yang dilakukan oleh para insinyur,”

Sebelumnya Casey Stoner dan Marc Marquez juga sependapat tampilan motor MotoGP 2022 sangat jelek.

Bahkan delapan kali juara dunia Marc Marquez yang melewati masa sebelum ramai aerodinamika hingga sekarang juga heran.

“Casey (Stoner) benci melihat motor MotoGP kami sekarang, karena Anda bisa lihat motor yang saya pakai, punya banyak sayap, lebih buruk rupa daripada lainnya,” kata Marc via TOdo Circuito.

“Saya juga tidak menyukainya, karena hasil balap semakin tergantung motor ketimbang tergantung pembalap,”

“Makin banyak aksesori yang Anda letakkan pada motor, seperti aerodinamika dan elektronik, maka Anda makin tergantung pada motor.”

“Alhasil, makin sulit menutupi titik lemah di antara motor dan pembalapnya.”

“Namun, beginilah arah pengembangan MotoGP, dan Anda harus beradaptasi. Jika tidak, maka Anda tertinggal,” jelasnya.

Pembalap

Marc Marquez

Julian simon

Winglet

Aerodinamika

Motor motogp

Aero fairing motogp

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website motorplus-online.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”