Tidak Bayar Pajak Mobil 2 Tahun, Siap-Siap Kena Masalah Berikut Ini

ulinulin.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/12/12/X04JVabA/direktur-reserse-kriminal-khusus-dir-reskrimsus-ko-3a85.jpg”>

Sudah menjadi sebuah kewajiban utama untuk pengguna kendaraan bermotor, khususnya mobil, untuk tetap taat bayar pajak kendaraan setiap tahun. Hal ini diperlukan untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) setiap tahunnya, serta memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) disertai pergantian plat nomor kendaraan di tahun kelima kepemilikan kendaraan

Namun masih banyak ditemukan di lapangan, banyak masyarakat lupa dan lalai menunaikan pembayaran pajak kendaraan. Tak jarang durasi menunggak pajak kendaraan melebihi 2 tahun, sehingga saat ada razia dari kepolisian akan mendapatkan tilang.

Demi memberikan efek jera lebih besar, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan wacana blokir Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ( STNK) kepada penunggak pajak kendaraan bermotor. Wacana ini sudah muncul beberapa bulan lalu, dimana rumor yang berhembus ramai pengaplikasian ini akan berlangsung per 2019 mendatang.

Informasi perpanjangan masa berlaku STNK

AKBP Sumardji selaku Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya menjelaskan adanya kemungkinan peraturan tersebut akan dilakukan, namun belum ada putusan yang tetap sampai saat ini dari Korlantas Polri.

“Sambil menunggu petunjuk pelaksanaan dari Korlantas Polri. Sebab secara aturan harus dari Korlantas. Sejauh ini masyarakat yang punya tunggakan pajak sudah cukup banyak yang mulai membayar dan memanfaatkan program pemutihan atau bebas denda,” ujar AKBP Sumardji seperti Cintamobil.com kutip dari berita Kompas.com, Senin (10/12) lalu.

Memang apa saja resiko yang bisa di dapat oleh pengguna kendaraan bermotor yang menunggak pajak? Ini jawabannya

1. Pemblokiran STNK

STNK sebagai salah satu tanda bukti pendaftaran dan pengesahan suatu kendaraan bermotor di Indonesia menjadi sangat krusial terhadap legal dan tidak legalnya sebuah kendaraan bisa dikemudikan di jalan raya Indonesia. Apabila tidak ada STNK maka mobil itu dianggap ‘bodong’ dan ilegal digunakan di jalan raya.

Dengan pengguna kendaraan bermotor terus menunggak Pajak Kendaraan Bermotor, beresiko terhadap pemblokiran STNK sesuai UU Nomor 22 tahun 2009 pasal 74 ayat 2 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi sebagai berikut:

Penghapusan registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat dilakukan jika:

a. Kendaraan Bermotor rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan atau

b. pemilik Kendaraan Bermotor tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku STNK

2. Dihapus dari daftar Regident Ranmor

Setelah STNK yang diblokir, resiko selanjutnya jika Anda menunggak pajak kendaraan bermotor selama lebih dari 2 tahun ialah kendaraan Anda akan dihapus dari daftar regident ranmor di Indonesia. Hal ini sejalan dengan Peraturan Kapolri No. 5 Tahun 2012 mengenai Registrasi dan Identifikasi Kendaraan. Informasi lebih detil tersampaikan pada Pasal 110 ayat 1 dan Pasal 114, dengan penjelasan sebagai berikut.

Pasal 110 ayat 1

Ranmor yang telah diregistrasi dapat dihapus dari daftar Regident Ranmor atas dasar:

1. permintaan pemilik Ranmor;

2. pertimbangan pejabat Regident Ranmor; atau

3. pertimbangan pejabat yang berwenang di bidang perizinan penyelenggaraan angkutan umum.

Pasal 114

1. Penghapusan Regident Ranmor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 dilakukan dengan memberikan catatan atau tanda cap stempel “dihapus” pada Kartu Induk dan Buku Register pada Regident Ranmor Kepemilikan dan Pengoperasian Ranmor, pada pangkalan data komputer, serta pada fisik BPKB dan STNK Ranmor yang dihapus.

2. Registrasi Ranmor yang sudah dinyatakan dihapus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat diregistrasi kembali.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”