Tren Aplikasi Bull Bar Model Pesek di Kendaraan 4×4, SUV hingga D-Cab

ulinulin.com

Desain bull bar pun turut menyesuaikan dengan berbagai macam model. Kalau dulu identik dengan desain bull bar yang besar dan tebal, kini sedang tren dengan desain minimalis atau biasa disebut bull bar “pesek”. “Karena banyak masukan dari konsumen saat kalau pakai bull bar, panjang mobil jadi bertambah cukup signifikan. Agak menganggu kalau harus parkir atau bermanuver di tempat sempit,” terang Marwin, salah satu punggawa Banteng Mas yang terletak di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat.

Desain bull bar pesek tak terdapat ‘kacamata’ sehingga terlihat harmonis dengan desain SUV atau D-Cab modern

Desain bull bar model pesek ini memang terpengaruh dengan desain yang populer di Amerika. Memang, karakter pemilik SUV dan D-Cab di negara Paman Sam ini terkenal doyan dengan segala hal yang berbau minimalis dan praktis. Selain bobotnya lebih ringan, ketika offroad, keuntungan bull bar pesek ini lebih andal ketika bertemu medan ekstrem seperti cerukan dalam. “Saat ketemu cerukan dalam, bumper tidak mudah nyangkut, karena desainnya lebih tipis dengan kemiringan sesuai denagn posisi roda,” Andri Purba dari bengkel spesialis suspensi jip Setia Jaya di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi ini.

Karena lebih minimalis bentuknya, bull bar pesek ini memiliki bobot lebih ringan

Selain itu, desain minimalis dari bull bar model pesek ini mampu mengikuti kontur wajah dari SUV dan D-Cab modern yang kini berpenampilan lebih modis dan streamline. Sehingga, tak mudah untuk bull bar pesek untuk mendapatkan popularitas di kalangan pemilik SUV dan D-Cab.

Di pasaran, mulai banyak tersedia pilihan bull bar pesek ini. RaceWolf dan Phoenix menjadi salah satu produsen bullbar yang fokus pada desain pesek. Kedua merek tersebut buatan Thailand. Desain kedua bullbar pesek tersebut juga lebih manis karena mengikuti kontur wajah SUV layaknya Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport serta D-cab seperti Ford Ranger, Mitsubishi Triton dan Toyota Hilux. “Kelebihan desain bull bar pesek memang lebih harmonis dengan wajah SUV dan D-Cab modern ketimbang desain bull bar konvensional yang masih mengotak,” tambah Arif yang juga salah satu punggawa dari Banteng Mas ini.

Bull bar model pesek memiliki tempat terbatas untuk winch, hanya winch model ‘tidur’ saja yang bisa terpasang

Harganya sendiri mulai dari Rp 17,5 juta. Pemasangannya harus dengan sedikit modifikasi seperti pada Mitsubishi Pajero Sport terbaru. “Pada Pajero Sport, posisi botol untuk washer wiper berikut selang dan motornya posisinya di kanan bawah, pasti mentok sama bagian bawah bullbar-nya. Jadi harus dipindah ke posisi barunya di belakang lampu depan dengan membuat dudukan baru,” tambah Arif.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”