Waspada dengan Saham Gorengan, Berikut Ciri-ciri dan Cara Menyikapinya

ulinulin.com – Dalam dunia investasi, saham gorengan adalah satu isu yang sering dibahas oleh para investor. Sebenarnya apa itu saham gorengan?

Istilah ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, istilah ‘saham gorengan’ semakin populer ketika kasus Jiwasraya terungkap ke publik pada pertengahan 2019 lalu.

Bahkan, Presiden Joko Widodo juga sempat menegaskan agar tidak ada lagi praktik gorengan saham di pasar modal Indonesia, seperti dikutip dari Kompas.

Ingin tahu apa itu saham gorengan dan mengapa kehadirannya banyak dikhawatirkan oleh para investor?

Yuk, kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini!

Apa Itu Saham Gorengan?

© Pexels.com

Saham gorengan adalah sebuah istilah yang dianalogikan seperti gorengan.

Tempe, tahu, risol, bakwan, dan gorengan lainnya akan semakin renyah jika digoreng dalam waktu yang lama. Ditambah lagi jika makanan tersebut digoreng menggunakan minyak jelantah.

Hal ini berlaku pada dunia investasi saham.

Dikutip dari CNBC Indonesia, saham gorengan adalah saham perusahaan yang kenaikan nilainya di luar kebiasaan karena pergerakannya direkayasa oleh pelaku pasar dengan tujuan tertentu.

Meskipun nikmat, kamu bisa kolesterol jika mengonsumsi gorengan terlalu banyak.

Sama halnya dengan saham. Wajar saja jika kamu sesekali membeli saham gorengan. Namun, tentu saja ada berbagai karakteristik dan risiko yang perlu kamu ketahui.

Umumnya, saham gorengan berlaku pada saham lapis kedua dan ketiga.

Hal ini disebabkan karena mayoritas saham lapis kedua dan ketiga memiliki jumlah investor yang lebih sedikit daripada saham lapis pertama atau big cap.

Maka, investor yang memiliki saham dominan di perusahaan tersebut lebih mudah mengontrol nilai saham. Mereka sering disebut sebagai bandar.

Menurut Investor Daily, sebenarnya kegiatan penggorengan saham juga bisa dilakukan pada saham-saham lapis pertama. Namun, hal tersebut jarang terjadi.

Cara kerja saham gorengan cukup sederhana. Biasanya bandar menebar isu-isu bohong yang berkaitan dengan kinerja perusahaan atau industri usahanya.

Kemudian, mereka membuat target pembelian saham palsu agar terkesan banyak investor tertarik dengan saham tersebut.

Hasilnya, harga saham tersebut akan semakin tinggi dan banyak investor mulai melirik saham itu.

Jika ada banyak investor lain yang tertarik dengan saham tersebut, bandar akan segera menjualnya. Harga jualnya tentu saja sudah lebih tinggi daripada saat mereka membeli saham tersebut.

Di sinilah kekhawatiran para investor, yaitu terjebak dalam saham yang sebenarnya tidak potensial.

Setelah dijual oleh bandar, saham tersebut tidak lagi likuid sedangkan investor sudah terlanjur masuk dalam investasi saham tersebut.

Ciri-ciri Saham Gorengan

© Freepik.com

Ada beberapa hal yang bisa kamu lihat untuk menganalisis apakah sebuah saham dikategorikan sebagai saham gorengan atau bukan.

Ciri-ciri saham gorengan adalah sebagai berikut.

1. Ada di daftar Unusual Market Activity (UMA)

Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memiliki andil dalam melihat adanya potensi saham gorengan.

Jika BEI melihat adanya perubahan harga yang signifikan pada suatu saham, BEI akan memasukkannya ke dalam daftar Unusual Market Activity (UMA), seperti dikutip dari Katadata.

Namun, tidak semua saham yang ada di daftar UMA termasuk saham gorengan.

Daftar tersebut hanya berguna untuk memberi peringatan pada investor agar berhati-hati dengan saham-saham tersebut.

2. Volume dan nilai transaksi harian tidak wajar

Biasanya volume dan nilai transaksi harian saham lapis kedua dan ketiga lebih rendah daripada saham lapis pertama.

Maka ketika kedua hal ini lebih tinggi daripada saham big cap, kamu perlu mencurigainya.

Bisa saja saham tersebut sedang digoreng oleh bandar.

Selain itu, kamu juga bisa melihat bid dan offer saham tersebut. Bid adalah antrean beli saham di harga rendah, sedangkan offer adalah antrean jual saham di harga tinggi.

Dikutip dari CNBC Indonesia, biasanya transaksi saham gorengan ada dalam jumlah besar. Namun, posisi bid dan offer-nya tipis.

3. Kinerja keuangan dan informasi emiten tidak sejalan dengan kenaikan harga

Ciri ketiga dari saham gorengan adalah ketidaksesuaian antara kinerja keuangan perusahaan dengan kenaikan harga saham.

Bisa saja ada suatu saat ketika kinerja keuangan perusahaan turun lebih dari 50%, tetapi harga sahamnya justru naik.

Seharusnya, kinerja perusahaan juga sejalan dengan harga saham saat itu.

Cara Menyikapi Saham Gorengan

© Canva.com

Meskipun saham gorengan memiliki banyak dampak negatif, bukan berarti kamu tidak boleh membeli saham gorengan.

Kamu tetap bisa membelinya dengan berbagai karakteristik dan risiko yang perlu kamu pahami.

Atau, kamu justru terlanjur terjebak dalam saham gorengan?

Berikut Glints berikan tips cara menyikapi saham gorengan!

1. Selalu pantau harga pasar

Saham gorengan adalah saham yang biasa dibeli investor untuk jangka waktu sangat pendek.

Dengan permainan bandar, kamu akan sulit menebak kapan harga saham naik dan kapan harga saham turun.

Oleh karena itu, selalu pantau harga pasar. Jika nilainya sudah melebihi batas toleransi yang sudah kamu tetapkan, sebaiknya kamu segera menjualnya. Hal ini disebut sebagai cut loss.

Dilansir dari Bisnis, cut loss adalah tindakan menjual saham yang dimiliki untuk menghindari kerugian yang lebih besar, yang disebabkan oleh pergerakan harga berlawanan dengan perkiraan.

2. Beli dalam porsi secukupnya

Dalam investasi, dikenal istilah, “Don’t put your egg in one basket.”

Istilah ini menyatakan bahwa lebih baik kita mengalokasikan investasi ke beberapa instrumen dan jenis investasi.

Begitu pula halnya ketika membeli saham gorengan. Hindari menginvestasikan seluruh dana ke saham tersebut.

Kembali lagi, nilai saham gorengan adalah hasil permainan bandar. Maka, nilainya sulit ditebak.

Oleh karena itu, beli saham gorengan hanya dalam porsi yang secukupnya karena risikonya jauh lebih besar daripada saham pada umumnya.

Demikian penjelasan dari Glints tentang saham gorengan.

Kesimpulannya, saham gorengan adalah saham yang volume dan nilai transaksi hariannya tidak wajar, serta tidak mencerminkan fundamental perusahaan.

Bagi kamu yang sudah mulai berinvestasi saham, sebaiknya kamu hati-hati dengan saham gorengan.

Jika penasaran dengan informasi lainnya seputar dunia karier dan finansial, yuk, langganan newsletter blog Glints!

Ada beragam informasi yang tersedia untukmu. Sign up sekarang, ya!

Sumber

    Jokowi: Jangan Ada Lagi Praktik Goreng Saham, Lindungi Investor

    Apa Itu Saham Gorengan? Ini Definisi, Ciri-ciri, dan Tipsnya

    Saham Gorengan atau Goreng Saham?

    Ramai Isu Saham Gorengan, Bagaimana Cara Investor Menyikapinya?

    Apa Itu Saham Gorengan? Ini Definisi, Ciri-ciri, dan Tipsnya

    Kamus Bursa: Take Profit dan Cut Loss

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”