Waspada Ostrich Effect saat Berinvestasi, Ini 4 Cara Menghindarinya

ulinulin.com – Ketika melakukan investasi, kamu akan menerima banyak informasi, baik positif atau negatif. Meski terkadang, lebih mudah mengabaikan informasi negatif yang diterima. Perilaku saat investasi ini disebut sebagai ostrich effect.

Kecenderungan mengabaikan informasi negatif ini tentu tidak baik untuk perkembangan investasimu.

Kamu bisa saja membuat keputusan investasi yang salah karena menghindari informasi finansial yang negatif.

Lalu bagaimana caranya menghindari kecenderungan ini? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dari Glints.

Baca Juga: Kupas Tuntas 6 Mitos yang Membuatmu Ragu Investasi Saham

Apa Itu Ostrich Effect?

© Psychologytoday.com

Dilansir dari Psychology Today, ostrich effect adalah kecenderungan perilaku yang mengabaikan informasi finansial yang negatif.

Dari sudut pandang psikologis, ostrich effect adalah hasil dari konflik antara apa yang penting menurut pikiran rasional dan hal menyakitkan apa yang diantisipasi oleh pikiran emosional.

Istilah ini pertama kali diciptakan oleh ekonom Israel Dan Galai dan Orly Sade, dalam makalah tahun 2006 tentang perilaku investor.

Galai dan Sade menamakannya ostrich (burung unta), yang diambil dari mitos bahwa burung unta yang akan menenggelamkan kepalanya ketika menghadapi bahaya.

Metode ostrich untuk memecahkan masalah keuangan adalah dengan mengabaikannya selama mungkin, dan kemudian merespons dengan panik dan stres yang menyiksa ketika kamu akhirnya dipaksa untuk bertindak.

Akan tetapi, tidak selamanya ostrich effect dapat berpengaruh negatif saat investasi.

Breaking Down Finance menyebut bahwa ostrich effect ini dapat membantumu menghindari perilaku-perilaku negatif lainnya saat berinvestasi. Misalnya perilaku terburu-buru dalam berinvestasi.

Namun tetap saja, menghindari kebenaran yang tidak menyenangkan akan mencegahmu memecahkan masalah-masalah yang perlu kamu hadapi. Sebaliknya, hal itu malah akan memperburuk keadaan

Tips Mengindari Ostrich Effect Saat Investasi

© Pexels.com

1. Gunakan data yang nyata

Salah satu masalah yang sering muncul ketika mengalami ostrich effect adalah ketika harus memperkirakan biaya dan manfaatnya. Sering kali, kami salah memperkirakan semua itu akibat efek ini.

Kamu akan cenderung melebih-lebihkan biaya dan meremehkan manfaat. Akibatnya, terjadi kesalahan perhitungan yang berakibat pada penundaan.

Data yang nyata dapat membantumu menghindari kesalahan ini.

Misalnya, ketika akan melakukan investasi saham, akan lebih baik jika kamu memahami jenis saham yang akan dibeli beserta untung-ruginya.

2. Manfatkan fitur pembayaran otomatis

Fitur pembayaran otomatis dapat membantumu menghindari ostrich effect saat investasi. Setelah kamu menyiapkan pembayaran otomatis, sisanya akan ditangani dengan sendirinya.

Kamu mungkin akan kesulitan melacak semua nama akun dan kata sandi serta mengatur tanggal untuk membayar setiap tagihan.

Akan tetapi, pengaturan ini akan menghemat waktu.

Sejujurnya, proses pengaturan ini mungkin tidak akan memakan waktu lebih dari dua jam, bahkan jika kamu harus menghubungi perusahaan atau bank secara langsung.

Setelah mengatur semua ini, kamu dapat melupakan tanggal jatuh tempo dan fokus pada pekerjaan lain yang lebih penting.

Baca Juga:Agar Berinvestasi di Perusahaan yang Tepat, Yuk, Pahami Dulu Kapitalisasi Pasar!

3. Selesaikan masalah besar dalam beberapa porsi kecil

Kamu tidak perlu menangani semua masalah sekaligus. Sering kali, satu masalah besar dapat menimbulkan masalah lain ketika kamu tidak bisa mengatasinya dengan baik.

Sediakanlah waktu sekitar lima menit untuk menemukan hal yang paling mendesak dan mengatasinya.

Mengatasi masalah-masalah ini secara perlahan, bahkan sebagian, jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.

Cara ini akan menguntungkanmu, karena kamu akan lebih mudah untuk menyelesaikan masalah ketika tahu langkah pertama apa yang harus dilakukan.

Dengan demikian, kamu dapat menghindari ostrich effect saat investasi.

4. Berikan reward untuk setiap usahamu

Duduk di teras dengan segelas teh sembari memeriksa bursa saham dapat menjadi cara untuk menghindari ostrich effect saat kamu melakukan investasi.

Menghargai diri sendiri dengan reward dapat memotivasimu dalam berinvestasi. Entah itu sekedar buku baru atau menonton episode terbaru dari serial drama favorit.

Agar cara ini berhasil, tetapkanlah aturan untuk dirimu sendiri. Misalnya, “Saya tidak bisa meringkuk dengan buku saya sampai saya mencentang satu hal dari daftar tugas keuangan saya”.

Cara ini akan membuatmu lebih fokus pada apa yang perlu kamu kerjakan dan mengurangi waktu serta biaya.

Baca Juga: Waspada Gelembung Ekonomi yang Merugikan Investasi

Kebiasaan menghindari informasi negatif atau masalah dapat merugikanmu dalam investasi. Kebiasaan ini mungkin sulit untuk dihilangkan, namun bukan berarti tidak bisa dihilangkan sama sekali.

Bangun keberanian dan mulai dari hal yang sederhana. Kamu tahu langkah mana yang tepat untuk membantu investasimu.

Kamu bisa memulainya dengan mendapatkan informasi-informasi seputar finansial melalui newsletter Glints. Setiap minggunya, Glints akan mengirimkan berbagai artikel pilihan langsung ke inbox emailmu.

Apakah kamu tertarik? Yuk, daftar sekarang untuk mendapatkan newsletter mingguan dari Glints!

Sumber

    The Ostrich Effect – Psychology Today

    The Ostrich Effect – Breaking Down Finance

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”