Wisata Sejarah ke Candi Plaosan dan Daya Tariknya

ulinulin.com – Lokasi: Jl.Candi Plaosan, Plaosan Lor, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, 57454 (Candi Plaosan Street, Plaosan Lor, Bugisan Village, Subdistrict of Prambanan, Klaten Regency, Central Java, 57454)Map: KlikDisiniHTM: Rp 5.000,-/orangBuka/Tutup: Senin s/d Minggu mulai pukul 08.00-17.00 WIBTelepon: +62 812- 2515-5534, atau +62 81-2222-77-043

Candi Plaosan, ialah bahasa, ataupun sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Letaknya kira-kira satu kilometer ke arah timur laut dari Candi Sewu ataupun Prambanan.

Tempat ini adalah candi Budha, karena terdapat kemuncak stupa, arca Budha, dan candi perwara (kecil). Plaosan merupakan salah satu tempat wisata yang menjadi saksi sejarah peradaban manusia, dan memiliki peninggalan situs-situs yang indah.

Kompleks percandian ini dibangun sekitar abad ke-9, pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan, dan Sri Kahulunan, yaitu di zaman kekuasaan Kerajaan Medang, atau Kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan Medang atau Mataram Kuno, adalah bentuk kerajaan yang bercorak agraris.

Terdapat 3 dinasti yang pernah menguasai kerajaan tersebut, antara lain dinasti Sanjaya, Syailendra, dan juga Isyana. Dua sumber utama peninggalan yang menjadi petunjuk berdirinya kerajaan Medang atau Mataram Kuno yaitu prasasti, dan juga candi yang sampai dengan saat ini dapat kita kunjungi.

Prasasti-prasasti tersebut antara lain, Prasasti Canggal, Kalasan, Mantyasih, dan Klurak. Peninggalan candi yang bercorak Hindu yaitu, Simbatan (di Magetan, Jawa Timur), Gedong Songo, Dieng, Siwa, Brahma, Wisnu, Sukuh, Boko, Ijo, dan Prambanan.

Sedangkan untuk bangunan candi yang bercorak Budha yaitu Ngawen, Mendut, Pawon, Kalasan, Borobudur, Sewu, Sojiwan, Sari, dan tentunya Plaosan.

Sejarah atau cerita dibangunnya tempat ini ialah berasal dari legenda, dan sebagai bukti cinta dari raja Mataram Kuno yaitu Rakai Pikatan untuk istrinya tercinta Pramudya Wardhani, yang merupakan keturunan/putri utama dari Samaratungga (dinasti Syailendra).

Plaosan memiliki kekhasan corak arsitektur campuran antara Budha dan Hindu dikarenakan Rakai Pikatan beragama Hindu, sedangkan istrinya beragama Budha. Sehingga bangunan ini didirikan sebagai pembuktian kepada keluarga masing-masing yang tidak menyetujui pernikahan mereka karena perbedaan keyakinan.

Luas keseluruhan kompleks ini ialah sekitar 440 x 270 m. Candi ini memang terlihat kembar, namun masing-masing detail bangunannya tetap berbeda. Perbedaannya dapat dilihat dimana pada relief di masing-masing bangunan tersebut.

Kemudian dalam kompleks candi yang sama juga terdapat pelataran yang konon dijadikan tempat untuk bertapa. Dan sampai dengan saat ini, Plaosan masih dalam penelitian lebih lanjut, hal ini terlihat dari adanya beberapa tempat di dalam kompleks percandian tersebut yang masih dipagari ataupun digali.

Di tempat ini setiap tahunnya diadakan sebuah festival yang dinamakan festival Candi Kembar, yang menyuguhkan macam-macam jenis tarian dari seluruh Indonesia. Festival ini ialah festival budaya terbesar yang diadakan di daerah Klaten.

Bupati Klaten selalu berharap, festival yang berlangsung selama satu bulan ini bisa menjaga image di wilayah tersebut agar tetap baik, dan dapat dijadikan sebagai ajang untuk mempromosikan wisata, baik itu melalui photography, tulisan/berita di artikel, dan lain-lain.

Bahkan pada tahun 2015, Plaosan juga digunakan sebagai latar tempat untuk iklan sebuah stasiun televisi swasta, yaitu RCTI.

Harga Tiket Masuk Terbaru 2022

Sebelum anda dan keluarga memutuskan untuk berkunjung ke Plaosan, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu HTM (Harga Tiket Masuk) atau fee entrance ke tempat tersebut. Tiket masuknya sangatlah murah, yaitu hanya dibandrol 5.000 rupiah per orangnya.

Untuk biaya parkir roda dua, sepeda motor ataupun sepeda (bagi anda yang senang gowes/bersepeda), retribusi nya yaitu Rp 1.000,- saja. Sedangkan untuk roda empat yaitu Rp Rp 2.000,-. Jam operasional (buka-tutup) yaitu, setiap hari (Senin s/d Minggu), dari pukul 08.00-17.00 WIB.

Lokasi dan Alamat

Lokasi tempat ini dari segi aksesibilitas sudah cukup baik, dengan jalanan yang sangat mudah untuk dilalui, dan terhitung relatif dekat dengan Prambanan.

Alamat lengkap nya yaitu di Jl.Candi Plaosan, Plaosan Lor, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, 57454 (Candi Plaosan Street, Plaosan Lor, Bugisan Village, Subdistrict of Prambanan, Klaten Regency, Central Java, 57454).

Yaitu sekitar 24 KM dari pusat kota Klaten, dan 18 KM dari pusat kota Yogyakarta. Sedangkan waktu tempuhnya (jika tidak macet), yaitu sekitar 40 menit baik bagi anda yang berasal dari pusat kota Klaten, maupun dari Yogyakarta.

Arsitektur Bangunan

Di dekat pintu masuk/entrance, kita akan disambut dengan sebuah bongkahan batu yang lumayan besar, yang disertai dengan tanda tangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada waktu itu yaitu Prof.Dr.Ing.Wardiman Djojonegoro.

Kemudian di samping bongkahan batu tersebut juga terdapat sebuah prasasti yang juga disertai tanda tangan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2010, yaitu Bapak Jero Wacik. Bangunan yang sudah mengalami keruntuhan cukup banyak. Hanya ada beberapa candi maupun stupa yang terlihat masih utuh.

Candi Plaosan Lor

Pada kompleks Plaosan Lor, terdapat dua candi utama. Yang di sebelah utara (kiri), yaitu Candi Induk Utara, dengan ciri relief nya dengan gambar para tokoh wanita, yang di sebelah selatan (kanan), bernama Candi Induk Selatan, dengan relief nya para tokoh laki-laki.

Candi Induk tersebut, dikelilingi oleh 116 stupa perwara, 50 buah perwara, dan juga parit buatan. Isi dari masing-masing bangunan induk tersebut yaitu terdapat 6 buah patung/arca Dhyani Boddhisatwa.

Seperti yang sudah kami info kan sebelumnya, bahwa Plaosan merupakan candi Budha, yang gaya arsitekturnya merupakan perpaduan antara dua agama yaitu Hindu dan juga Budha. Yang sangat disayangkan beberapa arca yang terdapat di dalam bangunan induk kondisinya sudah tidak utuh lagi.

Pada bangunan induk terdapat tiga buah ruangan yang di masing-masing ruangannya juga terdapat dua buah arca dengan relief di sebelah kiri dan kanannya. Antara lain yaitu relief sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang menjalani prosesi/ritual perkawinan.

Dan ada pula relief berupa seseorang yang sedang berdiri dengan dikelilingi oleh relief-relief kecil. Ada mitos yang berkembang di kalangan masyarakat yang sampai dengan saat ini masih menjadi misteri tentang kebenarannya di Plaosan Lor ini.

Konon katanya, bagi anda yang memiliki pasangan dan mengajak mereka mengunjungi tempat ini, maka hubungan asmara anda akan awet/langgeng hingga jenjang pernikahan. Tak jarang banyak pasangan yang akan menikah ingin mengabadikan moment dengan melakukan pre wedding mereka di tempat ini.

Candi Plaosan Kidul

Sedangkan Plaosan Kidul, sampai dengan saat ini belum ada informasi mengenai ada atau tidaknya bangunan induk di tempat tersebut. Hanya saja di kompleks ini juga terdapat beberapa perwara yang berbentuk candi maupun stupa, dan telah mengalami pemugaran.

Rute Jalan Ke Candi Plaosan

Rute penjelasannya jika anda ingin ke Plaosan, anda bisa melewati jalan Laksda Adisutjipto, dan juga jalan Raya Solo-Jogja ke arah timur. Ketika anda sudah sampai di persimpangan Pasar Prambanan, masih lanjut lurus terus ke arah timur hingga bertemu dua lampu merah.

Setelah sampai di perempatan Stasiun Brambanan, belok kiri sejauh kurang lebih 2 KM. Setelah itu lanjut belok kanan kurang lebih hingga 800 meter, hingga anda sampai di tempat tujuan. Rute ini tergolong rute yang mudah dilalui oleh kendaraan.

Berburu Sunrise dan Sunset di Plaosan

Plaosan juga merupakan tempat untuk melihat sunrise dan sunset yang mempesona. Selama ini kebanyakan orang menikmati sunrise di Borobudur. Namun sunrise di Plaosan pun tak kalah cantiknya. Untuk menikmati sunrise di tempat ini, anda harus bangun dan berangkat pagi-pagi sekali, yaitu sekitar pukul 05.00-05.30 WIB.

Anda bisa menikmati sunrise di sekitar area persawahan yang ada di sekitaran luar candi, karena pagar masuk untuk ke area dalam belum dibuka. Tak hanya wisatawan domestik, wisatawan asing pun banyak yang mengabadikan moment sunrise dengan smartphone ataupun kamera mereka.

Bagi anda yang memiliki hobi photography, anda bisa dengan bebas untuk berburu sunset di kawasan ini. Biasanya ketika sudah petang, para pecinta photography ini justru baru mulai bersiap-siap dengan menata kamera maupun juga tripod mereka.

Mereka tentunya tidak ingin ketinggalan moment sunset, dengan latar candi kembar Plaosan beserta langit yang mulai berubah warna nan cantik.