Yok Mudik Bareng MG HS, Menikmati Peninggalan Kesultanan Cirebon

ulinulin.com – JAKARTA – Sudah menjadi ritual rutin menjelang Hari Raya Idul Fitri, warga kota besar pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga besar. Termasuk kami dari OTO Media Group yang juga ingin merasakan pulang kampung dengan mobil baru MG HS i-Smart.

Berapa kapasitas mesin yang dipakai MG HS i-Smart?

Kapan kesultanan Cirebon berdiri?

Perjalanan yang kami beri tajuk ‘Yok Mudik Bareng MG HS’ mengambil destinasi ke Kota Surabaya, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia yang terletak di bagian ujung timur Pulau Jawa. Jarak yang kami tempuh bersama varian tertinggi dalam model Morris Garage HS ini diprediksi 830 km dengan titik start dari Jakarta.

SUV lima penumpang tersebut kami besut dari bengkel resmi MG Motor Bekasi Mimosa. Kendaraan sudah dipersiapkan secara maksimal setelah melakukan perawatan rutin terlebih dulu. Untuk memastikan agar perjalanan kami berjalan dengan lancar dan aman, tim mekanik terlatih dan berpengalaman dari MG mengecek seluruh kesiapan mobil. Agar MG HS i-Smart yang kami pacu betul-betul prima dan selamat sampai tujuan.

Kami sudah menyiapkan sejumlah titik yang akan kami eksplor untuk kepentingan perjalanan ini. “Yok Mudik Bareng MG HS” bukanlah mudik biasa. Bukan hanya ‘ngegas’ mobil sampai ke destinasi, kami juga ingin menikmati perjalanan bersama SUV andalan MG HS dan merasakan keramahan lokal setempat baik budaya maupun kulineran.

Ketika menghempaskan tubuh di jok terbalut kulit Alcantara, kami merasakan ambien kemewahan dan ruang yang lapang. Material berkualitas terlihat pada trim pintu, dashboard, konsol tengah dan juga pada jok bagian belakang. Jok pengemudi dapat diatur secara elektrik sampai enam cara pengaturan dan setir tilt steering and telescopic memudahkan pengemudi agar bisa mendapatkan posisi yang pas dan nyaman.

Tim yang terdiri dari lima orang langsung masuk Tol Jakarta Cikampek. Mesin bensin 4 silinder segaris 16 valve DOHC Turbo TGI 1.5 liter bekerja dengan halus. Tenaga 160 hp terasa padat di setiap putaran plus torsi maksimal 250 Nm. Tendangan dari turbonya sudah dapat dirasakan pada putaran 1.700 rpm, MG HS i-SMART dengan gesit membelah Tol Japek level II atau lebih dikenal dengan sebutan Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ).

Kesultanan Cirebon

Kabin terasa senyap, perpindahan transmisi Twin Clutch Sportronic Transmission (TST) 7 percepatan terasa lembut mengalirkan tenaga ke roda depan. Persinggahan kami pertama adalah di kota Cirebon tepatnya di Alun-Alun Sangkala Buana yang posisinya ada di jantung kota.Alun-alun yang belum lama ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil itu dipersembahkan untuk mengenang almarhum Sultan Sepuh ke-14 Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat.

Almarhum lahir pada 5 September 1965 dan mulai bertakhta pada 9 Juni 2010. Adipati Arief Natadiningrat menjadi penguasa Kesultanan Kasepuhan setelah ayahnya, Sultan Sepuh ke-XIII Pangeran Raja Adipati Maulana Pakuningrat mangkat pada 30 April 2010. Arief sempat menjadi anggota DPD Dapil Jawa Barat masa bakti 2004 – 2009. Beliau meninggal dunia pada 22 Juli 2020.

Kesultanan Cirebon adalah kerajaan Islam yang terletak di Tanah Jawa Barat. Berdiri pada Abad 15 dan 16 Masehi. Kesultanan ini memegang peranan penting bagi wilayah Nusantara dan dulu pernah menjadi pangkalan penting bagi perdagangan antar pulau. Wilayahnya terbentang dari ujung Jawa Barat sampai ujung perbatasan Jabar dan Jawa Tengah. Ia memiliki kebudayaan tersendiri yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi oleh budaya Jawa atau pun budaya Sunda.

Tim juga mampir mengagumi keindahan arsitektur peninggalan sejarah Islam Indonesia, Masjid Sang Cipta Rasa. Dikenal juga dengan nama Masjid Agung Cirebon atau Masjid Sunan Gunung Jati. Masjid Agung ini dibangun pada pemerintahan Sunan Gunung Jati pada tahun 1498 M dan merupakan masjid tua di Cirebon. Dibangun secara gotong royong oleh Wali Songo, pembangunan masjid dipimpin Sunan Kalijaga, dibantu seorang arsitek bernama Raden Sepat dari Kerajaan Majapahit.

Jalan-jalan kami di kota Cirebon ditutup dengan berbuka puasa bersama. Menikmati kuliner lokalan Nasi Jamblang dan empal gentong. Setelah ini, kami akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Semarang untuk bermalam di sana. (EKA ZULKARNAIN)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”