Yuk, Ketahui Asal Muasal dan Penyebab Munculnya Kutu Rambut

ulinulin.com – Semua orang pasti sudah tahu apa itu kutu rambut, tapi apakah Anda tahu dari mana asal datangnya kutu-kutu itu? Kutu rambut adalah parasit yang hinggap di kepala manusia. Ya, kutu rambut manusia berbeda dengan yang ada pada hewan, jadi tidak perlu khawatir untuk saling menulari jika Anda punya hewan peliharaan di rumah.

Ukuran kutu memang tidak seberapa, sangat kecil malah, yaitu sekitar 1-4 mm. Tapi, efek yang dihasilkannya sangat besar. Kutu dapat membuat kepala manusia terasa super gatal.

Kutu juga “makan” dengan menghisap darah manusia lewat kulit kepala. Memang darah yang dihisap tidak seberapa, tapi jika luka dari gigitan kutu ditambah dengan luka karena Anda menggaruk kulit kepala yang gatal bercampur bakteri? Tentu bisa berbahaya.

Belum lagi jika Anda orang yang aktif bertemu dengan orang lain, bagaimana kalau tiba-tiba serangan kutu datang dan Anda tidak tahan menggaruk-garuk kepala. Apa kata klien Anda nanti?

Kutu berasal dari telur, di mana waktu untuk menetasnya adalah 7 – 10 hari. Telur ini berasal dari kutu rambut betina (nits), mereka dapat bertelur sekitar 10 butir dalam 24 jam. Lalu, waktu untuk kutu tumbuh menjadi dewasa adalah sekitar 30 hari saja, cepat sekali, bukan?

Rata-rata usia kutu memang tidak terlalu lama, yaitu sekitar 1 bulan saja sebelum akhirnya mati. Tapi, mereka bisa berkembang biak diantara waktu tersebut, sehingga populasi kutu di rambut manusia tidak akan pernah punah jika tidak diobati.

Cara pertama untuk mengobati kutu rambut adalah dengan mencari gejalanya. Kamini pernah membahasnya di sini. Setelah mengobati kutu rambut, kiranya Anda harus tahu penyebab munculnya kutu. Hal ini untuk menghindari kambuhnya wabah kutu di rambut Anda.

Penyebab Munculnya Kutu di Rambut

1. Rambut Kotor

Asal muasal dan penyebab munculnya kutu rambut bisa dimulai dari kondisi rambut yang tidak higienis. Parasit seperti kutu menyukai tempat yang tidak terlalu bersih, maka dari itu, setidaknya keramas lah secara rutin minimal 3 hari sekali.

Selain itu, saat melakukan pembilasan Anda harus benar-benar melakukannya dengan bersih. Karena, shampo dan kondisioner yang tertinggal malah bisa memicu datangnya ketombe dan kutu.

Walaupun begitu, rambut yang bersih dan rajin dikeramas juga dapat berpotensi terkena kutu. Biasanya hal ini terjadi karena Anda tertular oleh orang yang rambutnya berkutu.

Jika hal ini sudah terjadi pada pemilik rambut yang bersih, benar-benar berbahaya, loh. Karena, ternyata, kutu dapat tumbuh lebih cepat di rambut yang bersih karena mereka tidak akan kesulitan bergerak, jadi mereka dapat makan dan berkembang biak dengan lancar. Fun fact: kutu akan kesulitan bergerak di kulit kepala yang berminyak!

2. Shampo

* sumber: bitsofbee.com

Shampo yang tidak cocok dapat mengakibatkan banyak masalah rambut, seperti kerontokan, ketombe, hingga kutu. Walaupun jarang orang yang jadi kutuan karena gagal shampo, tapi tidak menutup kemungkinan hal ini terjadi pada Anda. Semua ini diakibatkan bahan kimia yang terdapat pada shampo.

Jika Anda sensitif pada bahan kimia tertentu, bisa saja hal tersebut memicu munculnya kutu. Jika Anda sudah merasa ada yang bergerak-gerak di kepala Anda, coba berhenti menggunakan shampo tersebut. Karena, takutnya shampo tersebut telah membuat kutu bersarang di rambut Anda.

3. Kontak Langsung

* sumber: www.am-sonnberg.com

Ini dia asal muasal dan penyebab munculnya kutu rambut yang paling menyebalkan. Pernahkah Anda menginap bersama teman atau saudara, lalu besoknya Anda merasa ada sesuatu yang bergerak-gerak di rambut Anda? Setelah ditanyakan, ternyata orang tersebut positif banyak kutunya. Menyebalkan sekali, bukan?

Kutu memang tidak bisa terbang dari kepala ke kepala. Tapi, mereka bisa “loncat” dan berpindah. Biasanya yang lebih mudah tertular kutu karena kontak langsung ini anak-anak. Tapi, kita yang orang dewasa pun bisa mengalaminya.

4. Kontak Tidak Langsung

* sumber: thewirecutter.com

Jika asal muasal dan penyebab munculnya kutu rambut yang di atas diakibatkan oleh kontak langsung, ternyata kontak tak langsung juga bisa, loh. Dan, rasanya lebih tidak adil jika tertular kutu karena kontak tak langsung, ya? Rasanya lebih gendok daripada jika tertular karena kontak yang langsung.

Mungkin tidak Anda sadari, tapi dengan sharing sisir, topi, bantal, helm, earphone, baju, dan handuk merupakan cara termudah untuk tertular wabah kutu secara tak langsung.

Maka dari itu, pisahkanlah barang-barang yang telah digunakan oleh orang yang berkutu. Bukannya bermaksud mengucilkan, tapi hal tersebut merupakan yang terbaik untuk mencegah orang lain tertular kutu.

Pisahkanlah sisir, handuk, dan jangan menggunakan helm yang sama. Jika terpaksa karena tak ada helm lagi, cuci dan jemur saja helm di bawah terik matahari, karena kutu tak tahan dalam kondisi cuaca yang panas.

5. Penutup Kepala

* sumber: www.classyrebel.net

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kamini.id. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”