Yuk, Mulai Pelajari 7 Cara Mudah Mengurangi Sampah Plastik di Kantor!

ulinulin.com – Tahukah kamu, kalau setiap tahun ada 8 juta ton sampah plastik yang terbuang ke laut? Nah, berarti sudah saatnya kamu memahami berbagai cara mengurangi sampah plastik, khususnya saat di kantor.

Dilansir dari National Geographic, polusi plastik adalah salah satu isu lingkungan yang paling bermasalah beberapa tahun belakangan.

Pasalnya, sampah plastik sering kali berakhir di laut dan membahayakan makhluk hidup yang tinggal di sana.

Dikarenakan permintaan yang terus meningkat, produksi plastik sekali pakai pun terus meningkat.

Kamu bisa berkontribusi dalam upaya menghentikan siklus ini, lho.

Ingin tahu cara mudahnya yang bisa dilakukan di kantor?

Yuk, simak lebih lanjut!

7 Cara Mengurangi Sampah Plastik di Kantor

1. Membawa bekal dari rumah

© Freepik.com

Cara pertama adalah dengan membawa bekal ke kantor.

Ketika membawa bekal dari rumah, kamu sudah pasti harus membawa tempat makan sendiri.

Nah, tempat makan tersebut bisa kamu cuci di kantor dan digunakan kembali untuk makan di jam selanjutnya.

Tak hanya mengurangi sampah plastik saja, membawa bekal juga dapat menjadi kesempatan untuk kamu makan sehat.

Sehat sekaligus menjaga lingkungan, kurang keren apa lagi?

2. Bawa tempat minum sendiri

© Freepik.com

Membawa tempat minum sendiri ke kantor dan ke mana pun kamu pergi merupakan salah satu cara mengurangi sampah plastik yang paling mudah.

Dilansir dari Healthline, rekomendasi air putih yang diminum dalam sehari kurang lebih adalah dua liter.

Bayangkan saja, berapa kemasan botol atau gelas plastik yang digunakan dalam satu hari?

Dengan membawa botol minum sendiri, kamu dapat mengurangi konsumsi plastik sekaligus memastikan bahwa asupan air yang dikonsumsi dalam sehari juga terpenuhi.

3. Selalu menyiapkan peralatan makan

© Freepik.com

Nah, cara selanjutnya adalah dengan selalu membawa peralatan makan ke kantor.

Tak hanya mengurangi sampah plastik saja, cara ini juga mempermudah kamu jika ingin langsung makan di mana pun.

Kebersihan alat makan juga terjaga, karena kamu membawanya dari rumah.

Sekarang ini sudah banyak kok, toko yang menjual satu set peralatan makan seperti sendok, garpu, pisau, sumpit, dan juga sedotan untuk minum.

4. Membawa tote bag

© Freepik.com

Cara mudah lainnya untuk mengurangi sampah plastik di kantor adalah dengan membawa tote bag atau tas kain lainnya.

Mungkin kamu sudah mendengar kabar bahwa mulai tanggal 1 Juli 2020, penggunaan plastik satu kali pakai untuk kegiatan perbelanjaan sudah dilarang.

Nah, kamu bisa mencari tote bag yang dapat dilipat dan ringan untuk dibawa ke mana-mana.

Jadi, kalau ingin belanja atau membawa barang lebih, kamu bisa menggunakan tas tersebut, deh.

Malas membawa kantong sendiri? Ketika berbelanja, kamu juga bisa meminta pihak kasir untuk menggunakan dus bekas, lho.

5. Kurangi konsumsi kopi dan minuman kemasan

© Freepik.com

Salah satu hal yang masuk ke dalam latte factor adalah membeli kopi setiap harinya.

Tanpa disadari, tiba-tiba pengeluaran membengkak hanya karena kamu membeli kopi atau minuman kemasan lainnya.

Mungkin kamu hanya sadar dari segi pengeluaran saja, tetapi apakah kamu juga sadar akan sampah yang dihasilkan dari kopi dan minuman kemasan yang dikonsumsi?

Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa membuat minuman di rumah, lho.

Selain lebih hemat dan mengurangi sampah plastik, kamu juga benar-benar mengetahui kandungan dalam minuman tersebut.

Jika tidak punya waktu, kamu tetap bisa sesekali ke kedai kopi dan membeli minuman untuk dibawa, tetapi coba untuk menggunakan tumbler-mu sendiri.

6. Mengelola sampah plastik dengan baik

© Freepik.com

Cara selanjutnya bukan untuk mengurangi produksi sampah plastik di kantor, melainkan untuk mengelolanya secara baik.

Coba biasakan memisahkan sampah organik, anorganik, dan juga B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Jika tidak ada tempat pembuangan yang terpisah, usahakan untuk tidak langsung mencampurkan sampah anorganik seperti plastik ke dalam tempat sampah.

Kamu bisa mencoba membawa pulang sampah plastik yang digunakan dalam satu hari, lalu pisahkan di rumah.

Sampah plastik tersebut bisa dibersihkan lalu digunakan kembali (reuse) menjadi tempat tanaman, alat siram lantai untuk ngepel, dan masih banyak lagi.

Setelah selesai digunakan, kumpulkan sampah tersebut sesuai kategorinya dan berikan ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Pihak yang mengurus sampah di sana pasti senang, karena kamu sudah meringankan beban mereka.

7. Beri saran kepada pihak kantor

© Freepik.com

Cara terakhir masih berhubungan dengan poin sebelumnya, tetapi dalam konteks yang lebih kolektif.

Meskipun membiasakan diri sendiri sudah berdampak baik terhadap lingkungan, bukankah lebih baik lagi jika banyak orang juga melakukan hal yang sama?

Kamu bisa beri saran kepada pihak kantor untuk lebih melek lagi seputar isu sampah plastik ini.

Sarankan organisasi seperti Waste4Change yang bisa dipanggil untuk mengelola sampah perusahaan dan acara-acara besar.

Mereka juga bisa menyediakan tempat sampah dengan kategori masing-masing, lalu mendaur ulang sampah yang ada.

Siapa tahu, perusahaan tertarik untuk mengambil langkah mulai dari menyediakan tempat untuk setiap jenis sampah yang ada.

Itu dia cara mengurangi sampah plastik di kantor yang bisa kamu ikuti. Mudah, bukan?

Kamu hanya perlu membiasakan diri melakukan serangkaian cara di atas. Lagi pula, hal ini dilakukan demi kebaikan kita semua dan bumi yang kita tinggali ini.

Tertarik untuk membahas berbagai isu seputar lingkungan? Kamu bisa membuka diskusi terkait isu ini di Glints Komunitas, lho.

Glints Komunitas adalah forum tanya jawab dengan sesama pengguna Glints yang memiliki ketertarikan yang sama.

Tunggu apa lagi? Yuk, sign up sekarang dan mulai diskusimu!

Sumber

    How Much Water Should You Drink Per Day?

    The world’s plastic pollution crisis explained

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”